Siswa Kaltim Pelajari Budaya Sunda di SMA Pasundan 1 Bandung

Siswa Kaltim Pelajari Budaya Sunda di SMA Pasundan 1 Bandung

Sekolah Menengah Atas (SMA) Pasundan 1 Bandung menerima kunjungan siswa

dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (MSN) Tahun 2019 di aula sekolah, Jln. Balonggede No. 28, Kota Bandung, Jumat (16/8/2019).

Seluruh siswa Kaltim diperkenalkan dengan budaya Sunda melalui penampilan ekstrakurikuler kesenian yang ada di SMA Pasundan 1 Bandung. Di antaranya, penampilan angklung, tarian daerah, dan sinden. Siswa daerah Kaltim pun mengenalkan budaya daerahnya melalui seni tari khas suku Dayak.

Kepala SMA Pasundan 1 Bandung, Sobandi mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Dengan program ini, siswa mampu mempelajari kebudayaan daerah lain.

“Program ini harus dimanfaatkan dengan baik. Saya berharap, siswa mendapat bekal

dan wawasan mengenai kebudayaan dari daerah lain,” harapnya.

Sebagai tenaga pendidik, ia juga mengimbau siswa agar mampu bersaing di kancah internasional. Mengingat pada 2025, Indonesia akan berada pada masa emas. “Siswa hari ini akan menjadi tulang punggung dan penentuan masa depan Indonesia. Dengan bekal dan mental yang kuat, mereka harus menjadi bagian dari jayanya Indonesia nanti,” imbaunya.

Sobandi menilai tepat sekolahnya dijadikan rujukan sebagai sekolah budaya Sunda. Ini bisa terlihat dari banyaknya ekstrakurikuler serta siswa yang memiliki minat dan bakat di kesenian dan bela diri daerah, mulai dari angklung, paduan suara, tari hingga pencak silat. “Beberapa siswa kita pun sudah sering tampil di luar negeri, seperti Prancis, Belgia, dan Belanda,” tambahnya.

Sementara itu, Capital Development Assistant Jasa Marga, Dani Nugraha menyampaikan,

program SMN merupakan bentuk kepedulian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama BUMN dengan Dinas Pendidikan (Disdik) di tiap provinsi yang ada di Indonesia. “Sebagai lembaga pemerintah, kita juga memiliki tugas sosial yang harus dilaksanakan, salah satunya melalui program ini,” tuturnya.

Selain SMN, ada beberapa program lainnya yang bergerak di bidang sosial masyarakat, yakni safari Ramadan, elektrafisikasi rumah penduduk, dan bedah rumah. “Ini adalah ikhtiar BUMN agar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain Jasa Marga, beberapa BUMN yang menjadi koordinator pelaksanaan MSN di Jabar adalah PT Biofarma, Perum Jasa Tirta, dan PT Lan Industri.

Perwakilan Disdik Kaltim, Sapi’i mengimbau seluruh peserta agar mampu mempelajari kebudayaan yang ada di Jabar. “Keunggulan yang ada di Jabar kita ambil. Setelah kembali ke daerah nanti, saya harap mereka bisa mengamalkan hal-hal baik yang didapat di Jabar untuk disi sendiri dan menularkan kepada teman-temannya,” harapnya.

Ia pun mengapresiasi SMA Pasundan 1 Bandung yang telah mengenalkan kesenian di Jabar melalui penampilan para siswanya. “Cukup bagus, artinya sekolah juga memiliki upaya untuk melestarikan kebudayaan daerahnya,” ucapnya.

Salah seorang peserta, Giovano Okta Jovanka mengaku mendapat banyak ilmu baru mengenai kebudayaan yang ada di Jabar. “Saya jadi tahu budaya Jabar lebih dekat, seperti pencak silat, tarian, dan angklung,” ucap siswa SMKN 4 Balikpapan tersebut.

Usai mengunjungi SMA Pasundan 1 Bandung, seluruh peserta SMN Kaltim berencana mengunjungi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Saung Udjo. SMN tahun 2019 dilaksanakan serentak di seluruh provinsi dengan jumlah 800 peserta yang sebelumnya telah melewati proses seleksi.***

 

Sumber :

https://symbiantweet.com/sejarah-kota-semarang/