Awal Munculnya Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka

Pada awal abad ke-15 M

Terjadi perang saudara di kerajaan majapahit.Dalam peperangan tersebut,seorang pangeran kerajaan majapahit yang bernama Paramisora diiringi para pengikutnya malarikan diri dari daerah Blambangan ke Turmasik (Singapura).

Daerah Turmasik dianggap kurang aman dan kurang sesuai untuk mendirikan kerajaan.Karena itu,Paramisora beserta pengikutya melanjutkan perjalanan ke arah utara sampai di Semanjung Malaya.

Di daerah itu,Paramisora membangun sebuah kampong bersama para pengikutnya dengan di bantu oleh para petani dan nelayan setempat.Perkampungan itu di beri nama Malaka.daerah perkampungan yang baru dibangun itu mengalami perkembangan yang cukup pesat karena letaknya yang strategis,yaitu di tepi jalur pelayaran dan perdagangan selat malaka.

Dalam dunia perdagangan, Malaka berkembang sebagai penghubung antara dunia barat dengan dunia timur .perkembangan yang sangat pesat itu mendorong Paramisora untuk membangun sebuah kerajaan yang bernama malaka dan ia pun langsung menjadi rajanya. Aktivitas perdagangan di selat malaka pada waktu itu di dominasi oleh pedagang islam.Untuk itu, paramisora memutuskan untuk menganut agama islam.ia pun mengganti namanya menjadi Iskandar syah dan menjadikan kerajaan malak sebagai kerajaan islam.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Malaka

Sejak Kerajaan Malaka berkuasa, jalur perdagangan internasional yang melalui Selat Malaka semakin ramai. Bersamaan dengan melemahnya kekuatan Majapahit dan Samudera Pasai, kerajaan Malaka tidak memiliki persaingan dalam perdagangan. Tidak adanya saingan di wilayah tersebut, mendorong

kerajaan Malaka membuat aturan-aturan bagi kapal yang sedang melintasi dan berlabuh di Semenanjung Malaka. Aturan tersebut adalah diberlakukan pajak bea cukai untuk setiap barang yang datang dari wilayah barat (luar negeri) sebesar 6% dan upeti untuk pedagang yang berasal dari wilayah Timur (dalam negeri). Tingkat keorganisasian pelabuhan ditingkatkan dengan membuat peraturan tentang syarat-syarat kapal yang berlabuh, kewajiban melaporkan nama jabatan dan tanggungjawab bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh, dan sebagainya.

Raja dan pejabat kerajaan turut serta dalam perdagangan dengan memiliki kapal dan awak-awaknya. Kapal tersebut disewakan kepada pedagang yang hendak menjual barangnya ke luar negeri. Selain peraturan-peraturan tentang perdagangan, kerajaan Malaka memberlakukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi dalam perdagangan dan diplomatik.

Kehidupan Sosial Kerajaan Malaka

Kahidupannya dipengaruhi oleh faktor letak, keadaan alam dan lingkungan wilayahnya. Sebagai masyarakat yang hidup dari dunia maritim, hubungan sosial masyarakatnya sangatlah kurang dan bahkan mereka cenderung mengarah ke sifat-sifat individu.

Sumber : https://pelajaranips.co.id/